Rabu, 13 Mei 2015

Sejarah Berdirinya Universitas Gunadarma


Mencoba melihat Hak Manusia dalam kehidupan di dunia yang berbentuk pendidikan. Menelaah bagaimana pendidikan ini berkaitan dengan perkembangan kehidupan di dalam masyarakat. Dan mengetahui pula berbagai hal yang mempengaruhi pendidikan beserta standar didalam pendidikan itu.
Standar baru di dalam pendidikan selalu menuntut adanya perubahan di dalam pendidikan. Perubahan itu dapat saja muncul dalam berbagai wujud. Seperti, perubahan itu muncul dalam bentuk perubahan sistem, Perubahan dalam bentuk bahan pelajaran baru. Perpaduan diantara berbagai perubahan di dalam pendidikan membawa pendidikan ke dalam kegiatan yang selalu dinamik. Dan pendidikan berusaha untuk berkembang bersama dengan semua hajat yang ada di dalam hidup manusia.
Dalam batas tertentu, standar baru pada pendidikan berkaitan dengan keadaan hidup di dalam masyarakat. Pada waktunya, pendidikan menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakatnya. Dan pendidikan menjadi perintis bagi perubahan didalam masyarakat. Kaitan diantara pendidikan dan masyarakat ini bersumber pada hakekat hidup. Dan hakekat hidup itu selalu menuntut  membuat seluruh hajat hidup manusia menjadi satu sistem yang utuh.
Dalam rangka inilah, kelompok manusia pendidik itu mulai melihat suatu kenyataan baru. Melalui kaitan diantara masyarakat dan pendidikan, standar baru didalam masyarakat perlu diimbangi pula oleh standar baru pendidikan. Masyarakat telah memasuki era baru dengan menerima kehadiran komputer, maka pada tempatnyalah jika  pendidikan mulai merintis pengetahuan tentang komputer itu. Bersamaan itu pendidikan komputer merupakan salah satu standar baru di dalam dinamika pendidikan zaman sekarang.
Segera pula kelompok manusia pendidik itu mengambil tindakan kasat mata. Pada hari Jumat tanggal 7 Agustus 1981, mereka membuka pendidikan komputer dengan nama Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang menampung 91 orang mahasiswa. Dan pada hari Senin, tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertamapun dimulai. Kuliah inipun berkembang sehingga menuntut suatu wadah yang lebih mantap. Melalui asuhan Yayasan Pengembangan Sistem Analisis dan Operation Research Matematika (SAOR Matematika), wadah pendidikan itu berubah menjadi Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI). Sejak itu meluncurlah suatu kegiatan untuk membangkitkan standar baru di dalam pendidikan. Kegiatan itu berbentuk pendidikan ilmu komputer dan matematika.
Pendidikan komputer dan matematika inipun kemudian dimantapkan lagi ke dalam wadah yang lebih tinggi yakni wadah yang berbentuk akademik ke wadah yang berbentuk sekolah tinggi. Pada hari Kamis, tanggal 21 Juni 1984, nama Gunadarma dipilih untuk menjadikan nama dari sekolah tinggi itu. Pada hari Senin, tanggal 9 Juli 1984, Yayasan Pengembangan Sistem Analis dan Operation Research Matematika diganti menjadi Yayasan Pendidikan Gunadarma. Sehari kemudian, pada hari Selasa, Tanggal 10 Juli 1984, melalui Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gunadarma, secara resmi nama Gunadarma dikukuhkan ke dalam sekolah tinggi itu menjadi Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG). Bersama itu, sejak dari tanggal 7 Agustus 1981 melewati tonggak tanggal 21 Juni 1984, tanggal 9 Juli 1994, serta tanggal 10 Juli 1994, satu kurun sejarah telah mengantar pendidikan komputer pada Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma ke kurun sejarah berikutnya.
Pemantapan ini kemudian dikukuhkan lagi melalui keputusan yang dirintis oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah III. Pada hari Selasa, tanggal 14 Agustus 1984, Kopertis III memberikan izin operasional kepada STKG. Untuk membangkitkan semangat belajar yang lebih tinggi di kalangan mahasiswa, pada hari Jumat, tanggal 28 September 1984, diselenggarakanlah oleh Gunadarma upacara wisuda pertama setara sarjana muda, untuk diulangi lagi pada hari Selasa, tanggal 24 September 1985, dan pada hari Jumat,tanggal 26 September 1986.
Sampai disini, kita mulai melihat STKG ini berkembang diberbagai dimensi serta bersama itu, kita melihat perkembangan itu dari dimensi ke dimensi. Dimensi pertama adalah dimensi program pendidikan. Pada dimensi ini, STKG mulai memproleh kemajuan yang cukup pesat. Pada hari Sabtu, tanggal 5 Oktober 1985, melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985, sekolah tinggi ini dinyatakan berstatus Terdaftar dengan nama baru Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Gunadarma (STMIK Gunadarma). Bersamaan dengan itu, STKG berubah menjadi STMIK Gunadarma secara lebih rinci lagi, di dalam status Terdaftarnya itu, Gunadarma dapat mengasuh dua Jenjang Pendidikan yakni Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Satu (S1) serta Jenjang Pendidikan Tinggi Strata Nol (S0) dalam bentuk Diploma Tiga (D3).
Bersama status itu, Sekolah Tinggi ini mengasuh dua Jurusan yakni Jurusan Manajemen Informatika (MI) dan Jurusan Teknik Komputer (TK). Setiap Jurusan memiliki satu Program Studi yang memiliki nama yang sama dengan Jurusannya itu. Demikianlah pada Manajemen Informatika untuk Jenjang S1 dan D3 serta pada Jurusan Teknik Komputer terdapat Program Studi Teknik Komputer untuk Jenjang S1 dan D3. Dan sebagai pemantapan lebih lanjut, pada hari Selasa, tanggal 29 Juli 1986, STMIK Gunadarma memperoleh Statuta baru dari Yayasan Pendidikan Gunadarma.
Pada hari Selasa, tanggal 13 Januari 1987, untuk pertama kali, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Sidang Sarjana yang diikuti oleh tiga mahasiswa. Sidang Ujian untuk tiga mahasiswa berikutnya, diselenggarakan pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 1987 dan Sidang Ujian ketiga yang diikuti oleh empat mahasiswa diselenggarakan pada hari Rabu, tanggal 21 Januari 1987. Kalau pada tahun 1984, 1985 dan 1986, Perguruan Tinggi ini hanya dapat menyelenggarakan Wisuda setara Sarjana Muda, maka pada tahun 1987 ini, STMIK Gunadarma telah mampu menyelenggarakan wisuda sesungguhnya. Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 24 Januari 1987, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Wisuda Sarjana yang pertama.

Untuk mengukuhkan Ujian Sarjana itu, maka mulai hari Selasa tanggal 16 Juni 1987, untuk pertama kalinya, STMIK Gunadarma menyelenggarakan Ujian Negara Cicilan (UNC). UNC pertama ini berlangsung dalam Status Terdaftar. Sejak itu, terjadilah maraton diantara sidang Ujian Sarjana, Ujian Negara Cicilan, dan Wisuda. Gabungan dari semua unsur itu menghasilkan Sarjana Manajemen Informatika dan Sarjana Teknik Komputer, lulusan STMIK Gunadarma yang terus bercurahan ke dalam masyarakat.
Sidang Ujian Sarjana ke-4, ke-5 dan ke-6, berlangsung pada hari Selasa tanggal 29 September 1987, pada hari Selasa, tanggal 6 Oktober 1987, pada hari Jumat, tanggal 9 Oktober 1987. Dan Sidang Ujian Sarjana inipun terus berlangsung hinggga pada bulan September 1994, STMIK Gunadarma telah melampui sidangnya yang ke-150. Ujian Negara Cicilan ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung mulai hari Senin tanggal 1 November 1987, mulai hari Senin tanggal 20 Juni 1988, mulai hari Senin tanggal 12 Desember 1988. Dan Ujian Negara Cicilan inipun terus berlangsung pada setiap semester sampai sekarang ini. Wisuda sarjana ke-2, ke-3, ke-4, berlangsung pada hari Selasa tanggal 16 Februari 1988, pada hari Sabtu tanggal 21 Januari 1989, pada hari Sabtu tanggal 17 Februari 1990. Dan demikianlah, wisuda terus berlangsung, dari setahun sekali menjadi setahun dua kali.
Kemajuan di dimensi program ini tidak hanya sampai disitu. Pada hari Senin tanggal 4 Januari 1988, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaaan No.006/O/1988, Status Terdaftar STMIK Gunadarma Program Studi Manajemen Informatika dan Program Studi Teknik Komputer dinaikkan menjadi Status Diakui. Dan sekali lagi pada hari Sabtu tanggal 12 Agustus 1989 melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0490/O/1989, Status kedua Program Studi itu dinaikkan lagi menjadi Status Disamakan.
Pengembangan Program Pendidikan terus berlanjut sehingga pada hari Selasa tanggal 4 Juli 1989, STMIK Gunadarma membuka lagi Jurusan baru yakni Jurusan Teknik Informatika (TI) dengan program studi Teknik Informatika. Pada hari Kamis, tanggal 7 September 1989, Jurusan dan Program Studi baru ini memperoleh Status Terdaftar. Selanjutnya, Status Diakui dicapai Program Studi Teknik Informatika pada hari Rabu, tanggal 19 Juni 1991, serta Status Disamakan diperoleh pada hari Kamis, tanggal 20 Februari 1992. Dan bersamaan dengan itu, semua Program Studi di STMIK Gunadarma telah mencapai Status Disamakan.
Pengembangan Program Pendidikan terus berlangsung. Selain Program Pendidikan Jenjang D3 dan Jenjang S1, Perguruan Tinggi ini juga melangkah maju ke Program Pendidikan Tinggi Strata Dua (S2) yang dikenal Program Pendidikan Magister. Pada hari Senin, tanggal 10 Mei 1993, STMIK Gunadarma dilengkapi lagi dengan Program Pasca Sarjana Strata Dua bidang Manajemen Sistem Informasi.
Disamping Bidang Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika Gunadarma juga melangkah ke Bidang lain. Pada hari Sabtu tanggal, 13 Januari 1990 Gunadarma mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gunadarma atau dikenal dengan STIE Gunadarma. Di dalam STIE Gunadarma terdapat dua Jurusan, yakni Jurusan Manajemen dan Jurusan Akuntansi. Kalau Jurusan Akuntansi hanya mengasuh satu program studi, yakni Program Studi Akuntansi, maka Jurusan Manajemen mengasuh lima Program Studi, yakni Program Studi Manajemen Keuangan dan Perbankan, Manajemen Pemasaran, Manajemen Produksi, Manajemen Trasportasi dan Manajemen Koperasi. STIE Gunadarma memperoleh Status Terdaftar pada hari Kamis tanggal 16 Juni 1990 serta mulai berkuliah pada hari Senin tanggal 17 September 1990.
Sejalan dengan STMIK Gunadarma status STIE Gunadarma juga mengalami kemajuan yang pesat. Dari Status Terdaftar memperoleh Status Diakui dan kemudian Status Disamakan. Sampai pada bulan September 1994, STIE telah menjalankan tiga kali Wisuda. Selanjutnya, bersamaan waktu dengan pembukaan Program Pendidikan Tinggi Strata Dua Bidang Manajemen Sistem Informasi pada STMIK, STIE juga membuka Program Pendidikan Tinggi Strata Dua di Bidang Manajemen Asuransi
Dimensi ke dua adalah dimensi prasarana dan sarana. Di bidang prasarana dan sarana ini, lokasi pendidikan juga mengalami kemajuan. Kalau pada saat awal, lokasi pendidikan hanya terdapat di Kampus Jalan Kenari, maka pada waktu kemudian lokasi itu bertambah dengan Kampus Kramat Sentiong dan Kampus Salemba. Dari tahun ke tahun ketiga Kampus itu menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah. Sekali pun ruang di Kampus Kenari terus diperluas namun pada akhirnya perluasan Kampus inipun tidak dapat menampung pertambahan mahasiswa yang demikian besarnya.
Demikianlah pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 1985 Gunadarma mengadakan upacara peletakan batu pertama di Kampus Pondok Cina Depok, dan pada hari Senin tanggal 5 Januari 1987 dengan suatu upacara gedung pertama di Kampus Pondok Cina diresmikan penggunaannya. Sejak itu gedung di Kampus Pondok Cina ini bertambah. Mula-mula, batu pertama untuk gedung kedua diletakkan pada hari Sabtu tanggal 26 September 1987, dan gedung kedua inipun mulai dipakai pada hari Jumat tanggal 13 Januari 1989. Setelah itu gedung ketigapun dibangun dan dipakai. Ruang di dalam ketiga gedung ini masih belum mencukupi sehingga masih dilengkapi lagi dengan sejumlah gedung sementara disekitarnya.
Selain Pondok Cina, prasarana kampus dipersiapkan juga di Beji. Namun karena akses ke daerah kampus belum memadai, maka Kampus Beji belum juga diwujudkan. Sebaliknya kampus ditengah kota Jakarta terus bertambah. Setelah mengembalikan Kampus Salemba yang  masa sewanya telah usai, maka pada hari Kamis, tanggal 8 Februari 1989 Gunadarma menambah kampus baru di Jalan Raya Salemba No.53. Kampus inipun dikenal sebagai Kampus Salemba. Dan mulai digunakan pada bulan Mei 1990. Ini berarti disamping Kampus Beji yang belum terwujud, Gunadarma telah memiliki beberapa kampus yaitu Kampus Kenari, Kampus Kramat Sentiong, Kampus Pondok Cina dan Kampus Salemba.

Kampus E Universitas Gunadarma Depok ( Kelapa Dua)
Tekanan jumlah mahasiswa menyebabkanGunadarma mencari lagi kampus baru. Pada bulan Januari 1991, Gunadarma memperoleh tanah di Kelapa Dua yang terletak di Jalan Akses UI di dekat Pondok Cina. Pada hari Kamis, tanggal 28 Maret 1991, batu pertama gedung pertama di Kampus Kelapa Dua diletakkan dan pada hari Selasa tanggal 17 September 1991, gedung pertama Kampus Kelapa Dua ini mulai digunakan. Sejak itu Kampus Kelapa Dua terus berkembang dan pada bulan Septembar 1994, Kampus Kelapa Dua telah memiliki lima gedung kuliah.

Gunadarma bercita-cita untuk membangun gedung delapan lantai di Kampus Kenari. Sementara kampus seperti ini belum terwujud, perkuliahan di kampus Kenari dialihkan ke kampus sementara di Pegangsaan. Demikianlah, perkuliahan di Gunadarma berlangsung di lima kampus yang terpencar dari tengah Jakarta sampai ke Depok. Semua kampus ini dikoordinasikan dari satu pusat yang terletak di kampus Pondok Cina.

Prasarana dan sarana lain adalah Laboratorium. Disamping Perpustakaan dan Laboratorium Komputer yang telah terbentuk sejak jaman PPIK, maka pada hari Kamis, tanggal 16 Dessember 1986 Gunadarmameresmikan Laboratorium Elektronika Dasar. Pada hari Senin, tanggal 23 Maret 1987, Gunadarma meresmikan Laboratorium Fisika. Laboratorium inilah yang telah digunakan oleh Gunadarma untuk menyelenggarakan promosi Open House pada hari Selasa, tanggal 28 Maret 1989.
Sekalipun tidak terwujud alat dan gedung, sarana yang cukup penting di Gunadarma adalah majalah ilmiahMatematika dan Komputer yang mulai terbit sejak bulan Januari 1985 dengan penerbitan lima kali setahun, majalah ini memperoleh Surat Tanda Terdaftar di Departemen Penerangan pada hari Sabtu, tanggal 17 Januari 1987. Tulisan di dalam Majalah Ilmiah ini telah membantu Gunadarma dengan perluasan informasi tentang pendidikan di dalam Gunadarma.
Sarana lain yang cukup berhasil di Gunadarma selama ini adalah penerbitan buku dan diktat. Telah banyak judul buku dan diktat yang dicetak oleh Gunadarma untuk keperluan kuliah para mahasiswa. Selain dalam bentuk konvensional berupa buku, beberapa bahan kuliahpun telah diwujudkan dalam bentuk audio dan visual di dalam pita video yang setiap saat dapat ditampilkan di layar monitor.
Dimensi ketiga adalah kegiatan di luar kurikulum. Selain kegiatan Lomba Kecerdasan, baik Tingkat Nasional maupun Tingkat Internasional tampaknya kegiatan Gunadarma yang paling menonjol adalah di Bidang Catur. Wadah kegiatan catur adalah Pecinta Catur Gunadarma atau PC Gunadarma yang diresmikan pada hari Sabtu, tanggal 25 Februari 1989. PC Gunadarma telah berhasil menyelenggarakan Lomba Catur taraf Internasional yang melibatkan Grand Master Catur Internasional untuk perebutan gelar dunia di bidang catur.
Setelah meninjau perkembangan pada beberapa dimensi ini, kita kembali kepemikiran dasar Gunadarma. Gunadarma memiliki dua muka yang mendorong maju hajat hidupnya di dalam masyarakat masa kini. Pada satu muka, Gunadarma adalah nama arsitek tenar yang membangun Candi Borobudur, yakni suatu monumen besar sepanjang sejarah kita. Pada muka lainnya, Gunadarma mencerminkan buktinya dan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam wujud Guna dan Darma. Sebagai salah satu perintis standar baru di dalam pendidikan, Gunadarma berusaha pula untuk mengisi kemampuan masyarakat di dalam standar baru kehidupan bermasyarakat masa kini melalui penyelenggaraan pendidikan. Dan di dalam hal ini, Gunadarma telah memulainya dari pendidikan di bidang komputer. Dalam rangka inilah laboratorium, pustaka, dan jurnal memperoleh perhatian Gunadarma. Di dalam ribaannya, terdapat Laboratorium Gunadarma (LG) yang mewakili berbagai laboratorium dan bengkel yang di dalam Gunadarma serta Pustaka Gunadarma (PG) yang mewakili perpustakaan, penerbitan buku, dan penerbitan jurnal berupa Matematika dan Komputer yang kelak dapat disusul dengan penerbitan jurnal lainnya.
Dari waktu ke waktu LG terus ditingkatkan agar praktek pada mahasiswa dapat diperlancar. Bahkan, pengasuh Gunadarma bercita-cita lebih dari itu. Mereka berkehendak agar penggunaan laboratorium tidak sekedar terbatas kepada praktek di dalam pelajaran. Mereka menginginkan agar LG terbuka juga bagi penelitian dan bagi percobaan yang bersifat inovatif, baik berupa penciptaan maupun berupa penemuan baru. Siapa saja yang memiliki gagasan baru yang akan dicoba, dapat saja menggunakan LG untuk maksudnya itu
Niat untuk maju itu senantiasa diusahakan untuk ditunjang oleh pustaka yang sebaik mungkin. Selama beberapa tahun ini, PG selalu memperoleh perhatian yang besar dari pengasuh Gunadarma. Pustaka cetak dan pustaka rekam terus menerus diperluas untuk menunjang kegiatan belajar ke berbagai cabang ilmu yang diasuh oleh Sekolah Tinggi ini. Disamping LG, PG juga menempati kedudukan sentral di lingkungan Gunadarma.
Di dalam dua wadah yang berupa LG dan PG, tiga serangkai laboratorium, pustaka, dan jurnal ilmiah di Gunadarma ini merupakan satu kesatuan utuh untuk mewujudkan sumbangsih Gunadarma di dalam bentuk Guna dan Darma. Sejalan dengan usia Gunadarma yang masih muda, mereka juga masih bergerak dalam taraf awal dari kegiatan mereka. Namun, melalui perhatian yang besar dari para pengasuh Gunadarma, mereka diharapkan dapat berkembang secara wajar untuk mewujudkan cita-cita Gunadarma dari STMIK Gunadarma ke STIE Gunadarma, ke Program Pasca Sarjana Gunadarma, pendidikan ini akan terus berkembang menuju dan sampai ke wujud Universitas Gunadarma.
Di dalam rangka inilah, tiga serangkai itu mencoba untuk menyusun sejumlah kegiatan yang dapat mencerminkan cita-cita Gunadarma. Didalam kegiatan itu terdapat penelitian, kelompok studi, dan penataran.Guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu tercermin pula didalam kegiatan itu. Penelitian dan kelompok studi di kalangan pengasuh Gunadarma berusaha untuk berdarma bagi ilmu, sementara penataran berusaha untuk berguna bagi masyarakat. Ada satu hal penting yang selalu menghantui pengasuh Gunadarma didalam usaha mereka untuk memberi arah kepada Gunadarma. Hal penting itu adalah mutu. Segala usaha dilakukan, tidak saja demi peningkatan mutu pendidikan, melainkan juga demi peningkatan mutu ilmu di lingkungan Gunadarma. Dan usaha itu pula yang seharusnya tampak di dalam kegiatan Gunadarma selama ini.
Didalam pembangunannya, Gunadarma selalu bersikap selektif. Prioritas pembangunan selalu mengarah kepeningkatan mutu. Setapak demi setapak, Gunadarma berusaha mengutamakan pengadaan ruang belajar, ruang laboratorium, ruang pustaka, dan sarana publikasi.
Mereka itulah unsur pokok dalam pembinaan mutu, baik mutu para dosennya maupun mutu para mahasiswanya. Betapapun juga, mahasiswa yang diajar oleh dosen yang tenar akan selalu memperoleh keuntungan dari ketenaran dosennya itu.
Namun prasarana untuk peningkatan ini masih perlu ditunjang lagi oleh sarana lain. Ruang belajar belum sama dengan belajar, pustaka belum sama dengan membaca, laboratorium belum sama dengan berpraktek, serta majalah belum sama dengan menulis. Sarana pokok yang perlu mendampingi prasarana itu adalah suasana lingkungan belajar yang baik berupa budaya Gunadarma. Hanya suasana lingkungan belajar yang baik atau budaya Gunadarma yang dapat membuat ruang belajar itu tempat belajar, pustaka itu tempat membaca, laboratorium itu tempat berpraktek, serta majalah atau jurnal itu tempat menulis.
Hal inilah yang menyebabkan pengasuh Gunadarma berusaha untuk membina budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar di Gunadarma. Budaya Gunadarma atau suasana yang baik di lingkungan belajar menyangkut manusia. Dan manusia itulah yang menentukan bagaimana bentuk suasana di lingkungan belajar mereka. Itulah sebabnya maka selama ini, Gunadarma selalu berusaha menghimpun tenaga pengasuh yang memiliki kegemaran untuk belajar. Kepada kelompok gemar belajar inilah Gunadarma menyerahkan tanggung jawab untuk menularkan kegemaran itu keseluruh lingkungan Gunadarma untuk dimantapkan menjadi bagian dari budaya Gunadarma.
Kampus Kenari
Demikianlah disamping ruang belajar, pustaka, laboratorium, dan majalah, kelompok gemar belajar merupakan aset Gunadarma yang selalu diutamakan di dalam pembangunan Gunadarma. Kelompok gemar belajar ditargetkan untuk menjadi inti penggerak pendidikan di lingkungan Gunadarma. Dan kegemaran belajar ini pula yang akan ditanamkan di kalangan mahasiswa yang telah memilih Gunadarma sebagai almamater mereka.
Berguna bagi masyarakat dan berdarma bagi ilmu memiliki implikasi yang luas. Pada masa yang akan datang, Gunadarma bercita-cita untuk menelaah bidang ilmu lainnya yang pada saat ini, secara nyata telah menampakan keefektifan dari segi profesinya dan segi ilmunya di dalam masyarakat. Gunadarma akan menjamah bidang ilmu lain di luar Komputer dan Ekonomi untuk menyumbangkan guna dan darmanya kepada masyarakat.
Gunadarma adalah suatu keseluruhan yang bernama Gunadarma. Gunadarma bukan hanya sekedar STMIK Gunadarma, demikian juga Gunadarma bukan hanya sekedar STIE Gunadarma. Gunadarma juga bukan sekedar Program Pasca Sarjana Gunadarma. Gunadarma adalah keseluruhan yang bernama Gunadarma, dari STMIK, STIE, ke berbagai wadah perkembangan lainnya sampai ke Universitas Gunadarma. Di dalam Gunadarma terdapat LG dan PG, di dalam Gunadarma terdapat Laboratorium, Pustaka, dan Jurnal Ilmiah, di dalam Gunadarma terdapat Penelitian, Kelompok Studi, dan Penataran, di dalam Gunadarma terdapat budaya Gunadarma dalam wujud lingkungan belajar yang mewadai, di dalam Gunadarma terdapat guna bagi masyarakat dan darma bagi ilmu, dan di dalam Gunadarma terdapat sumbangsih guna dan darma yang diberikan oleh Gunadarma kepada masyarakat.
Ternyata cita-cita ini tidak berhenti sebagai cita-cita saja. Setelah 15 tahun lamanya lembaga pendidikan ini berdiri sambil merayap dari Program Pendidikan Ilmu Komputer (PPIK) yang bersahaja ke Akademi Sains dan Komputer Indonesia (ASKI) yang lebih sederhana ke STMIK dan STIE Gunadarma yang lebih mantap, maka pada tahun 1996 lembaga pendidikan itu berhasil sampai ke taraf yang sudah lama dicita-citakan. Melalui Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi No.92/KEP/ DIKTI/1996, tanggal 3 April 1996. Lembaga pendidikan itu berhasil dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma (UG). Dibawah naungannya terdapat sejumlah Fakultas dari Fakultas Ilmu Komputer, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, dengan Program Studi yang telah dimiliki Status Disamakan sampai ke Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Sastra yang sama sekali baru. Mereka tersebar di tujuh kampus dari Kampus A sampai Kampus G.
Kampus H 
Pada tahun 1996, kedudukan Universitas Gunadarma cukup luar biasa. Ibarat bulan Januari dengan dewa Janus yang memiliki dua muka, satu muka menatap tahun yang lama serta muka lain menatap ke tahun yang baru, maka UG pun memiliki dua muka. Pada satu muka, UG merupakan puncak dari suatu perkembangan, dari wujud program yang bersahaja sampai ke wujud universitas yang kompleks. Pada tahun 1981, seperti halnya bulan Januari yang meninggalkan tahun yang lama untuk membuka lembaran tahun yang baru UG pun kini meninggalkan masa lalunya yang berwujud Program, Akademik, dan Sekolah Tinggi untuk memulai lembaran baru yang berwujud Universitas.
Dengan program Diploma Tiga, Strata Satu, dan Strata Dua di dalam asuhannya, Universitas Gunadarma melangkah ke masa depan dengan membentuk lebih banyak tonggak sejarah lagi. Tonggak pertama adalah pengakuan terhadap Universitas Gunadarma oleh pihak luar. Sejak tanggal 17 November 1997, berdasarkan suatu evaluasi, Badan Akreditasi Nasional (BAN) menyatakan lima Program Studi pada Strata Satu sebagai terakreditasi. Dan pada bulan Agustus 1998, kelima Program Studi pada Strata Satu itu, yakni Akuntansi, Manajemen, Manajemen Informatika, Teknik Komputer, dan Teknik Informatika, memperoleh peringkat A pada akreditasi BAN itu. Dari kegiatan awal di bidang komputer, kini Gunadarma telah mengasuh berbagai bidang ilmu dan berbagai jenjang pendidikan.
Pada saat Gunadarma mencapai usia 19 tahun, tibalah Gunadarma di ujung abad ke-20. Sebelum meninggalkan abad ke-20, Gunadarma masih sempat mengembangkan bidang akademiknya. Mulai tanggal 25 September tahun 2000, untuk pertama kalinya, Gunadarma membuka Program Strata Tiga atau Program Doktor di bidang Ilmu Ekonomi. Demikianlah dengan program Jenjang Pendidikan Diploma (D3), Jenjang Pendidikan Sarjana (S1), Jenjang Pendidikan Magister (S2), Jenjang Pendidikan Doktor (S3), 41 laboratorium, beserta sekitar 13.000 alumni Jenjang D3, 19.000 lebih alumni jenjang S1, dan 400 lebih alumni jenjang S2, Gunadarma meninggalkan abad ke-20 dan milenium ke-2.
Pada tahun 2001, Gunadarma memasuki abad ke-21 dan milenium ke-3 dengan 26.000 lebih mahasiswa yang diasuh oleh 1.100 lebih tenaga pengajar. Di awal abad baru ini, Gunadarma merayakan ulang tahun ke-20 dan meneruskan misi pendidikannya sambil terus berusaha meningkatkan mutunya. Kesempatan pengembangan pertama di dalam abad baru ini terjadi pada tahun 2003. Sejak Januari 2003, bekerja sama dengan Universite de Bourgogne dari kota Dijon, Perancis, Gunadarma membuka lagi program pendidikan jenjang S3 di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer. Pengembangan berikutnya terjadi pada tahun 2004 ketika Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Ilmu Ekonomi.

Perkembangan berikutnya terjadi pada awal tahun 2006. Pada waktu itu Gunadarma mulai meluluskan doktor di bidang Teknologi Informasi/Ilmu Komputer setelah sebelumnya mereka menempuh ujian tertutup di Dijon, Perancis, pada bulan September 2005. Gunadarma yang dimulai dari bentuk sekolah tinggi dan menanjak menjadi universitas, kini sampai ke taraf universitas penuh dengan meluluskan peserta didik dari jenjang diploma, sarjana, magister, dan doktor.

Makna Logo Universitas Gunadarma

Ø   Tangkai Obor Berdiri Tegak
Melambangkan keteguhan hati untuk menyumbangkan
dharma bakti kepada Nusa dan Bangsa
Ø   Cawan Obor yang Melebar dan Cekung
Adalah wadah dari ilmu pengetahuan yang luas dan mendalam
Ø   Kobaran Api yang Kuning Keemasan
Menunjukkan semangat juang yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu dan menyumbangkannya kepada masyarakat
Ø   Bentuk Lingkaran yang Berwarna Ungu
Adalah suatu bentuk geometris yang memberi ciri pada ilmu pengetahuan yang ditekuni dan dikembangkan
Ø   Bingkai Segi Lima
Menyatakan bahwa Universitas Gunadarma berazaskan Pancasila

Kritik dan Saran :
 Saran : Lebih maju dan berkembang, sumbang sih dalam dunia pendidikan tidak sampai disini saja
Kritik : Sudah menjadi universitas terbaik di Indonesia kenapa status “Swasta” masih melekat di Gunadarma. Itu yang perlu harus dipertimbangkan dan diprioritaskan yang paling utama, saya sebagai mahasiswa gunadarma menunggu kabar baik itu

Selasa, 21 April 2015

Menu Makan Siang Mak Nyus "Spagetti Bolognese dengan Es Ketimun Melon syrup"

Siapa sih yang tidak tahu Spagetti ? Makanan yang lezat dan mudah ditemui ini, merupakan makanan yang mengadopsi dari budaya orang barat yang telah menjamur  di sudut kota di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia pun sudah tidak asing lagi dengan rasa yang dihadirkan oleh makanan berasal dari mie gandum ini. Berbagai macam rasa dari spaghetti, orang – orang memberikan inovasi baru terhadap makanan ini sesuai dengan selera mereka. Namun, pada dasarnya spaghetti itu sendiri telah memiliki rasa yang sudah dipatenkan, yakni Spaghetti Bolognese.

Spaghetti adalah makanan yang berbahan dasar mie , yang dalam penyajiannya menggunakan Saus dengan berbagai varian rasa. Tidak hanya itu, untuk topingnya pun pada masakan ini bermacam – macam, ada yang menggunakan daging, keju, jamur dan sebagainya. Pada artikel ini penulis akan berbagi resep kepada anda mengenai cara membuat Spaghetti Bolognese dengan toping daging/cornet cincang.

Berikut bahan – bahan yang diperlukan :

·         125 gram Spaghetti instan
·         Daging giling (cornet) sesuai selera
·         50 gram keju parut
·         2 Siung Bawang Bombay (iris tipis)
·         2 Buah tomat merah (belnder hingga halus)
·         3 sdm saus tomat
·         2 sdm tepung maizena
·         Gula, garam secukupnya
·         Minyak zaitun
·         Minyak goreng
·         1\2 sdt lada bubuk
·         1\2 sdt oregano kering
·         Air secukupnya

Langkah – langkah membuat Spaghetti Bolognese :

·         Pertama, Didihkan air kira – kira kurang lebih 400 ml, jika sudah mendidih kemudian langsung masukkan spaghetti ke dalamnya.
·         Kedua, Beri sedikit garam untuk menambah rasa dari spaghettinya, tunggu hingga dirasa spaghetti sudah menjadi kenyal dan tidak lengket, itu menandakan bahwa spaghetti nya sudah matang.
·         Ketiga, Jika sudah matang, tambahkan juga minyak zaitun ke dalamnya, hal ini dilakukan agar jika diangkat nantinya setiap helai spaghetti ini tidak lengket satu sama lain.
·         Terakhir, Angkat dan tiriskan

Langkah – langkah membuat Saus Spaghetti :

1.    Tumis ringan bawang bombay yang telah di cincang kasar dengan sedikit minyak zaitun / minyak sayur juga bisa.
2.    Jika sudah wangi, masukkan daging cincang (cornet), untuk jumlahnya sesuai dengan selera.
3.    Jika sudah setengah matang, masukkan tomat yang sudah dihaluskan
4.    Aduk hingga tercampur rata, lalu tambahkan sedikit garam dan gula serta penyedap rasa untuk menambah cita rasanya.
5.    Masukkan saus yang sudah jadi, tambahkan sedikit lada.
6.    Agar saus mengental tambahkan 1 sdt tepung maizena.
7.    Setelah dirasa daging telah matang dan saus pun mengental, segera angkat lalu siramkan di atas spaghetti yang telah disiapkan tadi.
8.    Untuk penyajian nya, tambahkan keju parut di atasnya serta tambahan – tambahan toping sesuai dengan selera anda.
9.    Spagetti Bolognese siap dinikmati J



        ES KETIMUN MELON
       Minuman ini sangat cocok untuk menemani anda makan siang dengan spagetti bolognese.  Jika biasanya Anda menggunakan ketimun hanya sebagai lalap atau campuran acar kali ini hadir menjadi minuman segar yang sangat menggoda. Dengan sedikit sentuhan hiasan yang cantik minuman sederhana.
Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
2 sendok teh selasih, direndam, ditiriskan
4 buah ketimun, diserut
300 gram melon, dikeruk panjang
850 ml air                                                                   200 ml sirop melon
1 sendok makan air jeruk nipis
500 gram es batu

Cara membuat :

1.      Campur ketimun, melon, dan selasih. Tuang air.
2.      Tambahkan sirop melon, air jeruk nipis, dan es batu.
3.      Sajikan
 Untuk 5 porsi      
    
      Kritik : Spagetti Bolognese dan Es Ketimun  tidak ada masalah. Karena diliat dari tampilan dan proses pembuatannya sangat menarik menggugah untuk mencoba membuatnya.
      Saran : Proses Pembuatan Spagetti Bolognese dan Es Ketimun lebih baik didukung dengan gambar supaya mudah untuk diikuti langkah - langkahnya.
      




Sabtu, 28 Maret 2015

Batu Akik menjadi Kebutuhan Primer Masyarakat Indonesia




Fenomena batu akik tiba-tiba jadi primadona masyarakat indonesia. Harga jual dari pertambangan rakyat melonjak hingga 500 persen. Di sentra penjualan batu akik terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, pedagang meraup untung hingga 400 persen.
Geliat batu akik juga ketara di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur, yang dihuni 1.400 pedagang akik. Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Bening Tanwir Lubis menyatakan bahwa kenaikan omzet hingga 400 persen dibandingkan tahun lalu dengan omzet pedagang grosiran kecil mencapai Rp 20 juta per hari.
Batu Bacan
Ledakan batu akik yang terbentuk dari aktivitas magma ini memang menggiurkan. Harga yang melambung tinggi membuat orang terlena. Boleh saja jatuh cinta pada kecantikan akik, asal tidak kecanduan lalu menyesal kemudian. Situasi itu bisa memicu masyarakat melakukan penambangan secara pasif tanpa memikirkan dampak buruk terhadap lingkungan. Apalagi ada sekitar 1.000 pencari batu dalam sehari di Nagan Raya dan Aceh Tengah.
Saat ini, kegemaran akan batu akik menjadi fenomena sosial di Indonesia. Di banyak tempat bisa ditemui penjual-penjual batu cincin yang menyediakan berbagai jenis batu akik. Ada banyak alasan seseorang membeli batu cincin dengan berbagai ukuran, mulai dari alasan keindahan hingga alasan klenik (sesuatu yang mengandung hal mistis).
Dengan harga jual batu akik yang sangat beragam tergantung pada warna, tingkat kejernihan, ukuran, dan kekerasan batu. Hal tersebut mengakibatkan rakyat mengubah kondisi masyarakat yang awalnya hanya memikirkan kebutuhan primer menjadi peduli dengan hobinya. Fenomena sosial ekonomi masyarakat di mana dampak kegemaran masyarakat akan batu akik berdampak pada bertambahnya perhatian pada potensi ekonomi batu akik tersebut.
Banyak importir batu dari berbagai negara, seperti Taiwan, Tiongkok, Jepang dan Korea sudah mulai masuk ke pelosok-pelosok Indonesia untuk membeli batu-batu kemudian diolah di negara mereka sendiri. Misal batu bacan dengan berat 5 gram dijual dengan harga Rp. 3 juta- Rp 5 juta per butir. Dengan dua jenis dari batu bacan tersebut yakni bacan doko dan bakan palamea. Bacan doko umumnya berwarna hijau tua dan bacan palamea berwarna kebiruan. Nama doko dan palamea merupakan nama desa di Pulau Bacan tempat diambilnya batu-batu itu.
Potensi batu akik ini seyogyanya Pemerintah Daerah memberikan  perhatian yang lebih besar sehingga apa yang ditawarkan daerah bukan lagi batu-batu mentah tapi yang sudah diolah sehingga memiliki nilai tambah dalam perdagangan batu dan menjadi ikon bagi Indonesia

Demi menjaga keaslian batu akik, pemilik Laboratorium Tasbih Scientific Gemological Laboratory di Pasar Rawa Bening, Yani Abdul Majid mengimbau pencinta batu akik untuk membuat sertifikasi batu. Memang ada sebagian orang yang suka batu akik karena kepercayaan kleniknya. tetapi  tak semua penggemar batu akik percaya akan hal-hal klenik itu yang lebih pasti mereka lebih berpihak dalam nilai estetikanya bukan mistisnya.

Tanggapan : Hobi masyarakat indonesia yang sangat unik
Saran : Lebih baik batu akik indonesia dipatenkan, agar menjadi icon Indonesia di mata Dunia

Daftar Pustaka :


Apel Impor yang Berbahaya


Indonesia dikenal sebagai negara agraris. Namun, makin banyak buah dari luar negeri yang masuk ke pasaran. faktor gizi dan kualitas yang selalu dilekatkan pada buah impor belum menjamin kesehatan konsumen. Salah satu faktornya adalah pengawet yang digunakan pada buah impor. Buah-buah dari luar negeri, terutama Eropa dan AS yang  perlu waktu lama untuk sampai. Waktu pengiriman apel tersebut dari AS butuh 40 hari sampai ke Indonesia.

Pelarangan impor apel asal AS, khususnya apel yang dikemas di Bidart Bros, Bakersfield, California, karena ada indikasi terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.
Listeria monocytogenes adalah bakteri yang dapat mengakibatkan infeksi serius dan fatal pada bayi, anak-anak, orang sakit, dan lanjut usia serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Orang sehat yang terinfeksi mungkin menderita gejala jangka pendek seperti demam tinggi, sakit kepala parah, pegal, mual, sakit perut, dan diare. Infeksi listeria dapat mengakibatkan keguguran pada perempuan hamil.
Sudah pasti buah lokal lebih sehat dan segar daripada buah impor. Karena memang hanya perlu beberapa hari untuk sampai ke tangan konsumen, sudah pasti buah ini tak memakai pengawet. Pilihan buah dari lokal pun sangat beragam. Jadi, masyarakat Indonesia lebih baik mengonsumsi penganan lokal yang juga membantu para petani lokal. Pengawasannya tidak diskriminatif dan meningkatkan semua produk lokal
Pemerintah perlu menurunkan kuota impor buah. Alasannya, di samping membantu pelaku industri dalam negeri, kualitas buah lokal juga tidak kalah dengan buah impor jika industrinya dikembangkan dengan baik. ”Ini bentuk komitmennya terkait kedaulatan pangan dan untuk mengembangkan buah Nusantara secara bagus.
Terdapat tiga kelemahan buah lokal, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Untuk mengatasi tiga hal tersebut, pemerintah harus turun tangan. Rata-rata buah musim di panen hanya bertahan sekitar 1 sampai 1,5 bulanse telah itu hilang.
Ketua Asosiasi Pedagang Hortikultura Dwi Putra Setiawan mengatakan kondisi pasar buah apel di Indonesia sudah dikuasai buah impor. Dia memperkirakan 70 persen kebutuhan apel dipasok dari luar negeri. Ada dua kelompok negara yang memasok apel di Indonesia, yakni di belahan selatan dari Australia dan Selandia Baru serta di belahan utara dari Tiongkok, AS, Afrika, serta Brasil.
Kebutuhan apel impor diisi di negara bagian selatan: Australia dan Selandia Baru sekitar bulan Januari- Juni.  Sedangkan bulan Juli sampai Desember, giliran AS, Tiongkok, dan Afrika yang menyuplai.
Apel asli Indonesia hanya menyumbang 30 persen kebutuhan apel di pasaran. Minimnya produksi buah apel Nusantara, terutama produksi apel di batu malang. Dengan maraknya apel impor yang berbahaya tersebut, petani apel di banjirin permintaan apel yang naik drastis dr harga per-kg Rp. 4000 sampai Rp. 7500,/kg dalam 60 ton sekali permintaan. Sebenarnya kualitas buah dari Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Apel Indonesia juga manis. Selain itu, harga buah Indonesia jauh lebih murah. Hanya, jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan pasar. Dia meminta pemerintah membatasi perubahan lahan pertanian yang dijadikan hunian.
Bukan hanya apel, beberapa buah yang lain belum bisa tercukupi oleh pemerintah. Misalnya jeruk, anggur, dan pir. Buah-buah tersebut selalu dicari orang. Namun, jumlahnya yang sedikit, pemerintah harus melakukan impor buah-buahan tersebut.
Mengenai produk ilegal yang kemungkinan terjadi, pengecekan akan dilakukan dengan mengambil sampel yang sudah ada di pasaran. Meminta masyarakat untuk tidak terlalu khawatir, tetapi tetap waspada dalam memilih buah segar.

Tanggapan : Apel lokal lebih sehat dan higienis

Saran : Lebih baik waspada terhadap buah-buahan impor karena kita tidak menahu tentang proses pengolahannya

Daftar pustaka :



Sabtu, 05 Juli 2014

Tulisan "Budaya Politik Uang semakin Merajalela di Indonesia"

         Pendahuluan
Pesta demokrasi 2014 kali ini merupakan media masyarakat untuk menyalurkan peran kedaulatan rakyatnya. Tidak jarang terjadi pemanfaatan peluang bagi wakil calon rakyat di parlemen untuk memperoleh bagian kursi di pemerintahan.
Sehubungan dengan itu, peraturan penyelenggaraan pemilu di buat dengan rapi. Akan tetapi, dengan kenyataannya masih terdapat kekurangan yang terjadi. Sehingga dengan kekurangan hukum atau aturan ini, banyak peserta pemilu yang melakukan berbagai cara untuk mendapatkan suara. Termasuk didalamnya adalah praktek politik uang yang merupakan cara yang paling popular bahkan terjadi hingga turun temurun di Indonesia ini. Hal ini seakan menjadi warisan sebagai mencari simpati rakyat.
Pada tanggal 9 April lalu banyak caleg yang menerapkan praktek politik uang yang sangat berbeda jauh dengan ideology Pancasila. 

Pembahasan

           Politik uang atau politik perut adalah suatu bentuk pemberian atau janju menyuap seseorang baik supaya orang itu tidak menjalankan haknya atau memilih maupun supaya ia menjalankan haknya dengan car tertentu pada saat pemilihan umum.
          Pembelian bisa dilakukan menggunakan uang atau barang. politik uang adalah sebuah bentuk pelanggaran kampanye. Politik uang umumnya dilakukan simpatisa, kader atau bahkan pengurus partai politik menjelang hari H pemilihan umum. Praktik politik uang dilakukan dengan cara pemberian berbentuk uang, sembako antara lain beras, minyak dan gula kepada masyarakat dengan tujua untuk menraik simpati masyarakat agar mereka memberikan suaranya untuk partai yang bersangkutan.
          
          Politik uang sebenarnya akan menyebabkan nilai – nilai demokrasi luntur.oleh karenanya, jangan sampai ada pihak yang seolah-olah  mendukung  politik uang ini. Politik uang harus tidak ada. Jika  masih terjadi dan sulit dibendung, maka perlu adanya peraturan secara rinci melalui Undang – Undang.

Pemilu yang bersih, jujur dan demokratis akhir akhir ini sudah jarang ditemukan di kalangan masyarakat, proses pesta demokrasi yang tercoreng dengan banyaknnya elit politik yang melakukan politik uang sehingga menyebabkan tercorengnya tujuan demokrasi seperti yang diharapkan sebelumnya. Pemilu yang di dasarkan pada pemilihan langsung membuat banyak kejanggalan dan ketimpangan sehingga akan mudah melakukan politik uang, karena rakyat berpartisipasi memilih langsung. Sebenarnya pemilu di Indonesia berasaskan “LUBER JURDIL”(Langsung, Umum, Rahasia, Jujur, dan Adil).

            Pemilu yang bersifat langsung : rakyat sebagai pemilih berhak untuk memberikan suaranya secara langsung sesuai dengan kehendak hati nuraninya tanpa perantara. Warga negara yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih berhak mengikuti pemilu dan memberikan suaranya secara langsung.
Pemilu yang bersifat umum :  mengandung makna terjaminnya kesempatan yang sama bagi semua warga negara, tanpa diskriminasi.
Pemilu yang bersifat bebas berarti bahwa setiap warga negara yang berhak memilih bebas untuk menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapa pun. Dalam melaksanakan haknya, setiap warga negara dijamin  keamanannya, sehingga dapat memilih sesuai dengan kehendak hati nurani dan kepentingannya.
Pemilu yang bersifat rahasia berarti bahwa dalam memberikan suaranya, pemilih dijamin pilihannya tidak akan diketahui oleh pihak mana pun dan dengan jalan apa pun.
Pemilu harus dilaksanakan secara lebih berkualitas agar lebih menjamin kompetisi yang sehat, partisipatif, mempunyai derajat keterwakilan yang lebih tinggi, dan memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.
Politik Uang ini terjadi karena adanya faktor – faktor sebagai berikut :
1.      Faktor kesenjangan ekonomi.
Pemerintah memang telah mampu meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Namun, pertumbuhan ekonomi  bersamaan dengan semakin melebarnya kesenjangan antara ‘yang punya’ dan ‘yang tidak punya..
2.      Budaya Politik
Dalam konteks pemilu, prosedur ini dimainkan secara cerdas baik oleh caleg maupun sebagian masyarakat.
3.      Kelembagaan
Sistem pemilu dengan penekanan pada calon memang lebih mendorong praktik politik uang dibandingkan dengan sistem pemilu yang berorientasi pada partai politik. Sehingga, ketokohan lebih penting dibandingkan dengan ideologi dan program partai politik. Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pelembagaan partai politik. 

4.  Faktor kesejarahan
Hasil dari apa yang terjadi di masa lalu. Pada Pemilu 1999, politik uang tidak berkembang karena masyarakat saat itu sedang mengalami euforia politik. Namun sejak Pemilu 2004, praktik politik uang mulai terjadi. Kondisi bertambah semakin parah ketika sistem pemilu menggunakan sistem suara terbanyak pada Pemilu 2009.
Seperti diberitakan berbagai media, banyak caleg  berperilaku aneh setelah melakukan praktik politik uang, tapi gagal untuk mendapatkan kursi. Sebagian caleg yang lain kemudian jatuh sakit atau mengalami konflik internal keluarga. Praktik politik uang juga tidak jarang melahirkan masalah baru di kalangan masyarakat, misalnya meningkatnya intensitas perbedaan sikap dan perilaku di masyarakat pasca pemilu.
Politik uang merusak hubungan keterwakilan antara masyarakat dan wakilnya. Bila caleg yang membagikan politik uang kemudian mendapatkan kursi kekuasaan, maka tidak ada kewajiban bagi caleg untuk menjadi wakil rakyat. Dengan kata lain, politik uang cenderung melahirkan pemerintahan oligarkhis. Sebuah sistem pemerintahan yang sangat potensial bagi penyalahgunaan kekuasaan, seperti korupsi.
Semakin jauhnya jarak antara rakyat dan kebijakan, rakyat memiliki peran yang berarti dalam rekruitmen elite politik. Elite politik inilah yang nanti diharapkan akan menjadi penyambung lidah rakyat ke kekuasaan. Dengan pemilu yang sehat, rakyat dapat memastikan kebijakan publik yang sesuai dengan kebutuhannya. Penggunaan sistem pemilu alternatif yaitu sistem daftar tertutup, sistem distrik, atau sistem campuran. Pelembagaan partai politik juga perlu terus didorong. Penegakan hukum untuk praktek politik uang juga perlu ditingkatkan. Yang pentingnya adalah menumbuh kembangkan budaya politik partisipan di kalangan pemilih. 

Kesimpulan

Sebab masih berkembangnya praktik politik uang dapat disimpulkan diantaranya :
1.Kesadaran moral yang rendah dalam kaitannya dengan Pancasila sebagai etika politik
2.Adanya keinginan caleg untuk menang
3.Adanya keinginan pemilih untuk menerima
4.Tingkat kemakmuran rakyat masih rendah
5.Adanya kekayaan Caleg yang melimpah
Solusi penyelesaiannya adalah memperbaiki sistem peraturan yang masih kurang lengkap dan perlu disempurnakan. Karena. Adanya kelemahan aturan ini para Caleg bisa memnfaatkan peluang untuk mendapatkan simpati dan suara rakyat dengan jalan yang tidak benar seperti halnya politik uang.
Selain itu internalisasi Pancasila sebagai etika politik harus lebih dikuatkan dengan dasar hukum yang lebih jelas.

Sumber :