Minggu, 22 Oktober 2017

Ilmu Budaya Dasar ( Kebudayaan)

Arti Menurut Para Ahli| Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata "budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". 
Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan.  
§ 1 Koentjaraningrat yang mengatakan bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan masyarakat.
§  2. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soenardi, pada bukunya Setangkai Bunga Sosiologi (Jakarta :Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 1964), hal 113, merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitarnya agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk keperluan masyarakat. 

Pengertian Kebudayaan dalam bahasa inggris disebut culture. merupakan suatu istilah yang relatif baru karena istilah culture sendiri dalam bahasa inggris baru muncul pada pertengahan abad ke-19. Sebelumnya pada tahun 1843 para ahli antropologi memberi arti kebudayaan sebagai cara mengolah tanah, usaha bercocok tanam, sebagaimana tercermin dalam istilah agriculture dan holticulture. Hal ini bisa kita mengerti karena istilah culture berasal dari bahasa Latin colere yang berarti pemeliharaan, pengolahan tanah pertanian.
§  E.B. Tylor (1871), dalam bukunya yang berjudul Primitive Culture (New York ; Brentano's, 1924), hal 1, yang mendefinisikan pengertian kebudayaan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. 
Unsur – Unsur Kebudayaan
1.     Bronislaw Malinowski
Bronislaw Malinowski menyatakan bahwa ada empat unsur pokok kebudayaan yang meliputi sebagai berikut :
        a.    Sistem norma-norma yang memungkinkan kerja sama antaranggota masyarakat agar menyesuaikan dengan alam sekelilingnya. 
  1. Organisasi ekonomi
  2. Alat dan lembaga atau petugas untuk pendidikan (keluarga adalah lembaga pendidikan utama). 
  3. Organisasi kekuatan (politik)
2.     Kliucckhohn
Kliucckhohn menyebutkan ada tujuh unsur kebudayaan, yaitu sistem mata pencaharian hidup; sistem peralatan dan teknologi; sistem organisasi kemasyarakatan; sistem pengetahuan; bahasa; kesenian; sistem religi dan upacara keagamaan.

3.    Herskovits
Herskovits memandang bahwa kebudayaan merupakan sebagai sesuatu yang turun temurun dari satu generasi ke generasi yang lain yang kemudian disebut sebagai superorgani

4.     Andreas Eppink
Kebudayaan mengandung bentuk dari keseluruhan pengertian nilai sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.


5.    Edward Burnett Tylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan dari yang kompleks yang didalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.



Sifat-sifat hakikat Kebudayaan

1.    Kebudayaan terwujud dan tersalurkan lewat perilaku manusia. 
2.    Kebudayaan telah ada terlebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. 
3.    Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan tingkah lakunya. 
4.    Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Semua kebudayaan senantiasa bergerak karena ia dinamis karena sebenarnya gerak kebudayaan adalah gerak manusia itu sendiri. Gerak atau dinamika manusia sesama manusia, atau dari satu daerah kebudayaan daerah lain, baik disengaja maupun tidak disengaja, seperti migrasi atau pengungsian dengan sebab-sebab tertentu. Dinamika dalam membawa kebudayaan dari suatu masyarakat ke masyarakat lain yang menyebabkan terjadinya akulturasi. 

Proses akulturasi kebudayaan dalam sejarah umat manusia telah terjadi pada umat atau bangsa-bangsa terdahulu. Dimana Adakalanya kebudayaan yang dibawa dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat setempat dan adakalanya ditolak, parahnya ada juga sekelompok individu yang tetap tidak menerima kebudayaan asing walaupun mayoritas kelompok individu di sekelilingnya sudah menjadikan kebudayaan tersebut bagian dari kebudayaannya. 


Sabtu, 14 Oktober 2017

Ekonomi Koperasi ( Sejarah, Konsep dan Aliran Koperasi)

Sejarah Koperasi 
Kemerdekaan yang diraih oleh bangsa indonesia membawa arah baru bagi pengembangan koperasi dengan dicantumkannya usaha koperasi dalam pasal 33 UUD 1945. Disebutkan bahwa perekonomian Indonesia disusun berdasarkan asas kekeluargaan. Sebagaimana diuraikan dalam penjelasan pasal 33, bangun usaha yang cocok dengan ayat itu adalah koperasi. Agar pengembangan koperasi bisa lebih sejalan dengan pasal 33 akhirnya dilakukan reorganisasi dimana departemen yang mengurusi koperasi dipisahkan dari jawatan koperasi dan perdagangan dalam negeri. Urusan koperasi diserahkan sepenuhnya kepada   jawatan koperasi.

Akhir tahun 1958 dikeluarkan undang-undang tentang perkoperasian dengan mendasarkan diri kepada UUD sementara pasal 38. Karena masih mengacu pada pasal 38 UUD Sementara maka sering dikatakan bahwa jiwa dari Undang-undang tentang koperasi itu dianggap bertolak belakang, sehingga koperasi yang berdiri merupakan koperasi yang masih bersemangat liberal dan setengah revolusioner. Soeharto Djojosoempeno, Pola Koperasi Indonesia dan Perkembangannya, (Jogja, Sinar Asia, 1964), hal.30

Pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Bung Hatta meneruskan tradisi pemikiran ekonomi sebelumnya. Ketertarikannya kepada sistem koperasi agaknya adalah karena pengaruh kunjungannya ke negara-negara Skandinavia, khususnya Denmark, pada akhir tahun 1930-an. Walaupun ia sering mengaitkan koperasi dengan nilai dan lembaga tradisional gotong-royong, namun persepsinya tentang koperasi adalah sebuah organisasi ekonomi modern yang berkembang di Eropa Barat. Ia pernah juga membedakan antara koperasi sosial yang berdasarkan asas gotong royong, dengan koperasi ekonomi yang berdasarkan asas-asas ekonomi pasar yang rasional dan kompetitif. Bagi Bung Hatta, koperasi bukanlah sebuah lembaga yang antipasar atau nonpasar dalam masyarakat tradisional. Koperasi, baginya adalah sebuah lembaga self-help lapisan masyarakat yang lemah atau rakyat kecil untuk bisa mengendalikan pasar.  Karena  itu  koperasi  harus  bisa  bekerja  dalam  sistem  pasar,  dengan   cara menerapkan prinsip efisiensi.Ibid.   
                                                                                                                      
Menurut Bung Hatta, tujuan koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar- besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa koperasi itu identik dengan  usaha skala kecil. Koperasi bisa pula membangun usaha skala besar berdasarkan modal yang bisa dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota koperasi primer maupun anggota koperasi sekunder. Contohnya adalah industri tekstil yang dibangun oleh GKBI (Gabungan Koperasi Batik Indonesia) dan berbagai Koperasi batik primer.Karena kedudukannya yang cukup kuat dalam konstitusi, maka tidak sebuah pemerintahpun berani meninggalkan kebijakan dan program pembinaan koperasi. Semua partai politik, dari dulu hingga kini, dari Masyumi hingga PKI, mencantumkan koperasi sebagai program utama. Hanya saja kantor menteri negara dan departemen koperasi baru lahir di masa Orde Baru pada akhir dasarwarsa 1970- an. Karena itu, gagasan sekarang untuk menghapuskan departemen koperasi dan pembinaan usaha kecil dan menengah, bukan hal yang mengejutkan, karena sebelum Orde Baru tidak dikenal kantor menteri negara atau departemen koperasi. Bahkan, kabinet-kabinet yang dipimpin oleh Bung Hatta sendiri pun tidak ada departemen atau menteri negara yang  khusus membina Koperasi.

 Konsep Koperasi
Konsep koperasi terdiri dari 3 konsep yaitu  

 1.       Konsep koperasi Barat
Konsep yang menjelaskan bahwa koperas adalah organisasi swasta yang di bentuk secara sukarela oleh orang – orang yang mempunyai persamaan kepentingan, untuk mengurusi kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbal balik bagi anggota koperasi maupun perusahankoperasi

Unsur – unsur koperasi Barat :
1.       Setiap individu dengan tujuan yang sama dapat berpartisipasi untuk mndapatkan keuntungan dan menanggung resiko bersama
2.       Hasil berupa surplus di distribusikan kepada anggota sesuai dengan metode yang telah di sepakati
3.       Keuntungan yang belum di distribusikan akan dimasukka sebagai cadangan koperasi


      2. Konsep koperasi Sosialis

Konsep ini menjelaskan baha koperasi itu direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasionalkan produksi untuk menunjang perencanaan nasional. Konsep ini juga menjelaskan bahwa koperasi itu tidak berdiri sendiri melainkan merupakan subsistem dari sistem sosialis untuk mencapai tujuan sistem sosialis – komunis

3. Konsep koperasi Negara Berkembang

Menjelaskan bahwa koperasi ini sudah berkembang dengan ciri sendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan pengembangn, konsep ini juga menjelaskan tujuan koperasi dibentuk, yaitu meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotannya.

Aliran Koperasi 
Aliran koperasi ini terdiri dari 3 aliran, yaitu

1.       Aliran  Yardstick
Aliran koperasi ini menyatakan bhaw koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi , menetralisasikan, dan mengoreks. Ciri  dari aliran ini adalah pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi di tengah tengah masyarakat. Maju tidaknya koperas adalah tanggung jawab dari anggota koperasi sendiri. Aliran ini dapat kita jumpai di negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian liberal.

2.       Aliran Sosialis
Dalam aliran ini dikatakan koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Disamping ini menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi setempat.

3.       Aliran Persemakmuran ( Commonwealth)
Aliran ini menyatakan bahwa koperasi adalah alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat. Selain itu koperasi juga disebutkan sebagai wadah ekonomi rakyatyang strategis dan rakyat juga menjadi peran uatama dalam struktur perekonomian masyarakat. Dalam aliran ini peran pemerintah dengan koperasi adalah bersifat kemitraan, dana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik


Kamis, 28 Mei 2015

TUGAS USAHA BISNIS "BIMBEL BELAJAR DISINI AJA"

BAB 1
PENDAHULUAN


1.1             LATAR  BELAKANG
Bisnis dalam dunia Pendidikan tepatnya di bidang bimbingan belajar merupakan bisnis yang sangat bermanfaat untuk usia kalangan masyarakat. Sampai saat ini bisnis dalam dunia pendidikan masih menjadi bisnis yang menjanjikan di masyarakat karena menuntut ilmu adalah suatu kewajiban yang harus di lakukan, selain kewajiban ilmu merupakan jembatan untuk menjadi orang yang berguna, bermanfaat untuk dunia dan di masa akhir hayat nanti.

            Oleh karena itu, saya akan membuka suatu bisnis bimbingan belajar yaitu “ Belajar Disini Aja”. Belajar Disini Aja adalah Bimbingan belajar menggunakan teknologi modern dengan tenaga pengajar dari dalam negeri maupun luar negeri yang menjadi lulusan terbaik di Perguruan Tinggi Ternama.

            Belajar Disini Aja memberikan jaminan bagi murid maupun mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. Misalnya bagi murid yang tidak pandai dalam mata pelajaran matematika akan dibimbing secara pribadi terlebih dahulu selama satu bulan setelah mendaftar dengan tenaga pendidik yang unggul dalam mata pelajaran matematika. Setelah itu dapat bergabung dengan murid lainnya untuk belajar bersama dalam satu kelas.


1.2             PROFIL PERUSAHAAN
1.      Nama Usaha                 : Belajar Disini Aja
2.      Pemilik Usaha              : Andita Citra Resmi
3.      Tanggal Berdiri           : 7 Februari 2015
4.      Jenis Usaha                   : Bisnis Bimbingan Belajar
5.      No Telp                          : 021 – 1234 567
6.      Alamat Email               : anditacitra95@gmail.com

7.      Alamat Usaha              : Jl. Akses UI No. 00 Kelapa Dua Depok
8.      Logo Perusahaan        :  
1.1             VISI dan MISI


          VISI
Menjadikan usaha bimbingan belajar yang menjanjikan anak didik  yang berkualitas dan berani bersaing di era globalisasi yang sangat ketat, menjadi unggu dengan hasil prestasi yang nyata.
MISI
§  Mengutamakan kualitas pengajaran dan tenaga pengajar
§  Menciptakan anak bangsa yang cerdas, terampil dan berbudi pekerti
§  Membantu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia


BAB II

ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN

2.1             ASPEK PEMASARAN 4P (Product, Price, Place, dan Promotion)

a)      Deskripsi  Bisnis
“Belajar Disini Aja” adalah Usaha bisnis dalam bidang pendidikan khususnya menggunakan teknologi modern dengan tenaga pengajar dari dalam negeri maupun luar negeri yang menjadi lulusan terbaik di Perguruan Tinggi Ternama

b)     Target Pasar
Target pasar bimbingan belajar ini untuk semua kalangan masyarakat : SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Masyarakat umum.
Biaya Bimbel terbagi dalam 2 Kelas dapat diikuti oleh anak SD, SMP, SMA, Mahasiswa dan Masyarakat Umum.
1.      Kelas Reguler
Pertemuan Belajar : 3 x 1 Minggu ( Jadwal bisa disesuaikan dengan waktu peserta didik )
2.      Kelas Ekstra  Reguler
Pertemuan Belajar : Senin – Jumat ( Jam bisa disesuaikan dengan peserta didik)
3.      Ujian Evaluasi Belajar dilaksanakan 3 bulan sekali
4.      Biaya :
Kelas Reguler :  Rp. 300.000/ bln
Kelas Ekstra Reguler : Rp. 500.000/bln
5.      Bagi anak didik yang berprestasi selama mengikuti 1 tahun bimbingan belajar sesuai dengan jenjang pendidikannya akan di berikan uang saku tambahan.

c)      Place
Bimbingan Belajar Disini Aja terletak di Jalan Akses UI No. 00 Kelapa Dua Depok

d)     Promotion
·      Brosur, pamflet dan spanduk  

·      Melalui social media ( facebook, twitter dan instagram )
  
2.2       SEGMEN PASAR

Usaha bisnis ini ditujukan untuk semua kalangan masyarakat yang berminat menuntut ilmu yang tiada hentinya tanpa mengenal batas usia kapanpun.

2.3             ANALISIS KOMPETITOR

Di daerah sekitar lokasi tempat bimbingan belajar banyak sekali usaha serupa dengan biaya yang lebih terjangkau.

2.4              ANALISIS SWOT

Strength :
Ø  Tenaga pendidik dari luar negeri yang sangat berkompeten
Ø  Biaya terjangkau jika dibandingkan denga tempat bimbel yag lain
Ø  Fasilitas pengajaran yang modern dengan teknologi masa kini
Ø  Lokasi yang sangat strategis dekat dengan kampus universitas gunadarma
Weakness :
Ø  Biaya tenaga pendidik dari luar negeri yang sangat besar tidak sebanding dengan minat masyarakat terhadap bisnis bimbingan belajar kami, sehingga butuh strategi yang kuat supaya hal tersebut bisa berjalan dengan seimbang
Opportunity
Ø  Meningkatkan kualitas, fasilitas dan kuantitas yag terdapat di tempat bimbingan belajar
Threat
Ø  Banyak bimbingan belajar disekitar lokasi dengan biaya yang lebih terjagkau


BAB 111
ANALISIS SUMBER DAYA MANUSIA



10   
 
1.2                ANALISIS KOMPETENSI SDM

Demi keefisienan kerja untuk menjalankan suatu bisnis perlu adanya manajemen yang membagi setiap tugas berdasarkan wewenang dan tanggungjawab masing-masing seperti:

Pemilik, bertanggung jawab atas implementasi kebijakan bisnis, mengontrol dan memimpin jalannya operasional dan memonitor kinerja karyawan yang ada di tempat kerja.

Bagian Pendidikan, bertanggungjawab atas pengembangan pendididkan untuk kualitas pengajaran dan hasil yang memuaskan dengan jaminan anak didik yang berkualitas pula.

Sekretaris, bertanggungjawab atas dokumen - dokumen penting selama usaha bisnis berjalan dengan tujuan untuk perngarsipan demi kepentingan yang membutuhkan informasi tersebut.

Bagian Keuangan, bertanggung jawab atas posisi keuangan perusahaan dari mulai penetapan harga hingga perhitungan biaya-biaya yang ada dari mulai produksi, kemasan, dan promosi.

Bagian Pemasaran, bertanggung jawab atas segala kegiatan pemasaran produk dari mulai strategi pemasaran hingga promosi.

BAB IV
PENUTUP
Usaha bisnis khususnya bimbingan belajar merupakan usaha yang sangat menjanjikan, berguna dan tidak akan cepat hilang dalam artian gulung tikar. Nama usaha saya adalah Bimbingan Belajar Disini Aja. Tujuan usaha saya adalah untuk membantu bagi anak didik yang kesulitan dalam belajar di sekolah maupun tempat mereka menuntut ilmu dengan pengajaran yang sangat terampil, berpengalaman dan attitude yang baik, diharapkan dapat menghasilkan prestasi yang nyata bagi masyarakat di lingkungan sekitar.
Mudahan-mudahan sekilas penjelasan tentang usaha saya ini bermanfaat dan tidak ada pihak yang dirugikan. Saya menunggu ketertarikan anda untuk bergabung belajar di “Belajar Disini Aja”. Terimakasih